Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Melbourne Dilanda Banjir Kilat



MELBOURNE - Kota Melbourne, Australia nyaris lumpuh akibat banjir yang tiba-tiba saja melanda. Bandara Melbourne sendiri menjadi wilayah yang paling parah terimbas banjir ini.


Badan Meteorologi Australia sampai harus mengeluarkan peringatan banjir mendadak yang dapat melanda kapan saja.

"Hujan deras diperkirakan akan mencapai puncaknya saat warga baru pulang ke rumah dari kantor. Kondisi ini dapat menimbulkan banjir kilat yang tentunya dapat menimbulkan masalah," ungkap pejabat Badan Meteorologi Australia seperti dikutip News.com.au, Rabu (1/12/2010).

Dinas Keadaan Darurat Australia (SES) mengaku mendapatkan 80 telepon permintaan pertolongan, dari wilayah Lilydale dan Croydon.


Juru bicara SES Jilly Charlwood mengatakan pihaknya menerima lebih dari 80 telepon permintaan pertolongan dari Croydon dan 18 telepon dari Lilydale. Umumnya meminta bantuan setelah banjir kilat melanda.

Hingga saat ini belum jelas kerusakan apa yang disebabkan oleh banjir kilat tersebut. Pihak berwenang juga belum menerima laporan ada korban jiwa ataupun terluka akibat bencana ini.

Raja Thailand Perpanjang Rekor



BANGKOK - Thailand merayakan ulang tahun ke-83 dari Raja Bhumibol Adulyadej pada Minggu, 5 Desember. Bhumibol tercatat sebagai raja terlama di dunia yang memimpin suatu monarki atau kerajaan. Namun perayaan besar-besaran tidak diadakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kesehatan raja dan masa depan kerajaan.

Raja Bhumibol menyampaikan sambutan tahunan dalam perayaan ulang tahunnya dengan mengajak rakyat Thailand bersatu untuk menjaga negara tetap sejahtera dan bahagia. Ajakan ini dilakukan di tengah kondisi konflik politik yang mereka hadapi dalam beberapa tahun terakhir.


Pidato perayaan ulang tahun Raja Bhumibol hanya dilangsungkan secara singkat di Istana Besar dengan suara lambat dan serak, yang menunjukkan dia sudah dalam kondisi lemah.

Ribuan bendera dikibarkan oleh warga Thailand mengiringi perjalanannya dengan menggunakan mobil pada saat dia pulang dari Rumah Sakit Siriraj, di mana dia disebut mengalami radang paru-paru pada September 2009. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut soal perawatannya

Bocah Pembunuh Bayaran Akan Diadili



CUERNAVACA - Seorang bocah berusia 14 tahun yang dituduh sebagai pembunuh bayaran, akan menjalani pengadilan di Meksiko. Bocah tersebut sebelumnya dituding terlibat dalam pemenggalan kepala empat anggota kartel narkoba Meksiko.


Hakim di pengadilan Kota Morales memutuskan mengadili bocah 14 tahun tersebut setelah mendengarkan keterangan dari para saksi. Keputusan pengadilan Morales ini mementahkan keinginan Pemerintah Federal untuk mengadili bocah yang dikenal dengan sebutan "El Ponchis" ini.

Bocah itu ditangkap di bandara yang terletak di sebelah selatan Meksiko City, saat dirinya sedang bersama kakak perempuan yang berusia 19 tahun. Kakak perempuannya itu pun dituduh membuang mayat korban yang dibunub adiknya.

Pihak berwenang memperkirakan "El Ponchis" bekerja untuk kartel narkoba di wilayah Pasifik Selatan. Kartel ini merupakan cabang dari kartel Beltran Leyva yang dikenal kuat.


"Saya terlibat langsung dalam empat aksi pembunuhan. Tetapi saya melakukannya karena dalam pengaruh narkoba dan ancaman dari kelompok kartel, yang mengancam akan membunuh saya jika tidak melakukannya," ungkap pembunuh cilik ini seperti dikutip Associated Press, Senin (6/12/2010).

Banyak remaja memang kerap digunakan oleh kelompok kartel narkoba dalam perang berdarah mereka melawan pemerintah dan kelompok lainnya. Namun kisah "El Ponchis" ini amat mengejutkan masyarakat Meksiko.

Bunuh 4.000 Orang Kok Cuma Dibui 8 Tahun?



BOGOTA - Mantan komandan militer di Kolombia yang dikenal dengan "Iguana" yang memerintahkan pembunuhan lebih dari empat ribu jiwa, dihukum selama delapan tahun penjara melalui program amnesti.

Jorge Ivan Laverde mengakui telah membunuh secara langsung ratusan orang dan memerintahkan pembunuhan terhadap empat ribu jiwa saat menjadi komandan pasukan Milisi AUC sayap kanan, yang dibubarkan pada tahun 2003.

Pengadilan Kolombia sebelumnya menjatuhkan hukuman selama 4 tahun penjara setelah menemukan bahwa pria tersebut bersalah atas pembunuhan, penganiayaan, tindakan terorisme, dan perpindahan penduduk.

Tapi akhirnya hukuman tersebut diubah menjadi delapan tahun, hukuman maksimal yang diperkenankan di bawah proses undang-undang "Keadilan dan Keamanan" yang bertujuan menyembuhkan luka pascaperang.


Kelompok militer sayap kanan dibentuk pada tahun 1980 dan selama beberapa tahun menguasai beberapa wilayah, pura-pura untuk melindungi pemilik tanah dari para gerilyawan sayap kiri.

Sekira 30 ribu milisi dinon-aktifkan ketika kelompok tersebut dibubarkan pada tahun 2003, demikian kutip Heraldsun, Senin (6/12/2010). Tapi sekira sembilan ribu orang diperkirakan telah mengambil senjata, banyak dari mereka yang terlibat penjualan obat terlarang.